Director General TETO Surabaya David Lin memimpin Resepsi Hari Nasional Republic of China Taiwan yang digelar di JW Marriott Hotel Surabaya, Rabu malam tanggal 7 Oktober. Lebih dari 400 tamu dari berbagai kalangan di Indonesia Bagian Timur dan diaspora Taiwan menghadiri kegiatan tersebut mendoakan perdamaian dan kemakmuran serta masa depan yang sejahtera bagi Taiwan.
Dalam sambutannya, Director General TETO Surabaya David Lin mengatakan Taiwan di bawah kepemimpinan Presiden Lai Ching-te, Taiwan terus menjalankan visi “Taiwan yang Demokratis, Melangkah Bersama Dunia” menjadi mata rantai penting dan terkemuka dalam rantai nilai demokrasi global. Taiwan menempati posisi penting dalam rantai nilai demokrasi dan rantai pasokan global, perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan bukan hanya tujuan penting bagi Taiwan tetapi juga kepentingan bersama komunitas internasional.
Menanggapi penggunaan “perang hukum” yang terus-menerus dilakukan RRC untuk menekan kedudukan internasional Taiwan dan mengganggu pertukaran internasionalnya, Director General TETO Surabaya David Lin menekankan bahwa Resolusi Majelis Umum PBB 2758 tidak menyebutkan Taiwan, apalagi membahas status internasionalnya. Taiwan juga telah meluncurkan “Inisiatif Manajemen Risiko Kabel Bawah Laut Internasional” yang menunjukkan kemampuannya untuk mengadvokasi dan berkontribusi pada isu-isu utama internasional. Lebih lanjut, sebagai ekonomi terbesar ke-22 di dunia, Taiwan memiliki kemampuan yang kuat dalam inovasi teknologi, manufaktur, dan penelitian dan pengembangan (R&D), memainkan peran penting dalam rantai pasokan chip canggih dan kecerdasan buatan (AI), dan telah menjadi kekuatan pendorong yang signifikan bagi pengembangan AI global.
Mengenai hubungan Taiwan-Indonesia, Director General TETO Surabaya David Lin menekankan bahwa Indonesia adalah mitra dagang terbesar ke-15 Taiwan, dengan perdagangan bilateral mencapai USD 11,265 miliar. Khusus di Jawa Timur, lebih dari 140 perusahaan Taiwan telah beroperasi, menciptakan lebih dari 55.000 lapangan pekerjaan dan mendorong peningkatan teknologi industri. Di bidang pendidikan, kesehatan, dan kerja sama tenaga kerja, pertukaran Taiwan-Indonesia juga semakin erat. Saat ini, terdapat lebih dari 350.000 orang Indonesia di Taiwan, termasuk 330.000 pekerja migran. Jumlah mahasiswa Indonesia juga telah melebihi 20.000, menjadikan Taiwan sebagai sumber mahasiswa internasional terbesar kedua. Banyak alumni aktif di seluruh Indonesia bagian Timur, berperan sebagai jembatan penting untuk mempromosikan pertukaran bilateral. Tahun ini, “Simposium Medis Internasional” diadakan bersama berbagai pihak, menunjukkan efektivitas upaya Taiwan untuk menjalin hubungan dengan Indonesia bagian Timur.
Director General TETO Surabaya David Lin kemudian bersulang dengan para tamu untuk mendoakan kemakmuran, kemajuan, dan persahabatan abadi bagi Taiwan dan Indonesia, serta memotong kue ulang tahun dengan latar belakang bendera nasional Taiwan. Acara tersebut mencakup pemutaran “Album Nasional” sebuah video Hari Nasional yang diproduksi oleh Kementerian Luar Negeri Taiwan yang menggabungkan AI dan wawancara langsung untuk pertama kalinya. Siswa-siswa dari Sekolah Taiwan Surabaya menyanyikan lagu kebangsaan ROC Taiwan dan lagu kebangsaan Indonesia, dan membawakan lagu berjudul Qing Hua Ci dan lainnya dengan alat musik guzheng. Di luar lokasi acara, informasi terkait pariwisata Taiwan dan pencapaian “Basis Sirkulasi Talenta Internasional Taiwan-Indonesia” (INTACT) yang dipromosikan oleh Kementerian Pendidikan juga turut dipamerkan.
Director General TETO Surabaya David Lin berpidato pada resepsi Hari Nasional.
